Rhipicephalus sanguineus tidak mati
Satu hal yang perlu menjadi catatan penting bagi pemabaca adalah metode perendaman ini efektif sebagai salah satu perlakuan dalam membunuh caplak. Karena setelah diuji cobakan 4 kali berturut-tuirut oleh peneliti, Rhipicephalus sanguineus tidak mati ketika direndam dalam air selama 15 menit. Adapun 1 ekor yang mati tersebut, kemungkinan besar karena kondisi caplak tersebut sedang lemah. Jadi banyaknya kematian caplak pada tabel hasil perendaman caplak dalam cairan daun pepaya dan daun mindi diatas bukan disebabkan caplal yang tidak bisa bernapas dengan air.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan walaupun hasil yang didapatkan tidak sesuai keinginan, dalam arti Rhipicephalus sanguineus dapat mati 100 % tetapi setidaknya dengan awal mula yang baik ini dapat memberikan peluang untuk kedepannya agar dapat lebih baik.
Dengan demikian proses penginfeksian daun pepaya dan daun mindi berpengaruh terhadap mati tidaknya caplak Rhipicephalus sanguineu.
Comments(0)